Kamis, 14 April 2016

Kekasihku...

Kekasihku yang malang terbakar karena hati yang cemburu, dengarkan aku kali ini saja.
Meski ia tepat dihadapanku, bersujud memohon, meratap mengemis agar aku kembali mencintainya, itu tidak akan pernah terjadi. Sudah cukup bodoh mencintai orang yang salah, kini tak ada lagi alasanku untuk berkutat dengannya.

Aku hanya pernah mencintainya sekali dimasa lalu. Itu jauh sebelum bertemu denganmu. Ketika itu aku tak tahu jika Tuhan sedang merancang cerita cintaku bersamamu.

Jangan salahkan rasaku dimasa lalu, karena itu adalah pembelajaran bagiku. Aku hanya pernah mencintainya, bukan berarti aku masih. Aku hanya sebatas pernah, kini tak lagi.

Aku menerima masa laluku, belajar banyak darinya meski penuh luka.
Jika kisah itu salah, lalu mengapa kau tak datang menolongku?? Mengapa kau membiarkanku terluka kala itu???.

Seperti aku yang tak keberatan dengan masa lalumu, karena bagiku yang terpenting adalah KAU bersamaku sekarang. Cinta yang patut kujalani dengan bahagia hingga Tuhan menetapkan ketentuan lainnya untuk kita berdua.

Meski merambat pelan, tapi hidup yang kujalani melewati alur maju. Terus jauh meninggalkan masa lalu, tak mungkin berbalik.
Mestinya kau tahu bahwa kaulah pemenang dalam kisah ini.

Kekasihku yang meradang karena masa lalu.
Seiring bergulirnya waktu, kamu adalah masa sekarang yang kubekalkan dalam dia' semoga Tuhan menuliskan skenario terbaik bahwa kamu adalah takdirku dimasa depan..
Aamiin.


Kekasihku, F.A.
Jika aku kafilah, maka kau adalah tujuanku.
Peta yang kupunya semua menuju padamu.

I LOVE YOU

Tidak ada komentar: