Selasa, 26 April 2016

PadaMu Tuhanku... Untuk Kekasihku

Dalam doa-doaku, dia yang kuminta jadi teman hidupku.
Kini ia sedang jauh dari pandanganku, tak terjangkau oleh sentuhan..
Tidurnya tak lagi beralas kelembutan mimpi, sebab tubuhnya tertindih lelah dan bayang-bayang tanggungjawab.
Langkahnya menapak dijalan berliku nan terjal.
Menjejal kerikil tanpa alas, hanya untuk menemukan dimana Kau letakkan keadilan hidup untuknya..

Tuhanku.. Dia adalah kekasihku..
Semenjak mencintainya, dialah alasan pada setiap sisi hidupku.
Dialah insan yang menjadi doaku..
Menengadahkan tangan berharap belas kasihMu melimpah padanya..
Setelah Kau mengambil malaikat hidupnya, maka setidaknya biarkanlah aku menjadi teman hidupnya.

Tuhanku.. Dia adalah cintaku..
Cinta yang ingin kulindungi dengan kasihMu.
Kau yang menentukan jalan yang harus dilaluinya, maka kuatkanlah langkahnya..
Lindungi ia dari segala marabahaya..
Hangatkanlah keimanannya agar senantiasa mengingatMu, Tuhanku dan Tuhannya..

Tuhanku, sejak namanya kupinta lembut dalam doa-doaku..
Maka kutitipkan ia pada segala kemahaanMu..
Aamiin...

Kamis, 14 April 2016

Kekasihku...

Kekasihku yang malang terbakar karena hati yang cemburu, dengarkan aku kali ini saja.
Meski ia tepat dihadapanku, bersujud memohon, meratap mengemis agar aku kembali mencintainya, itu tidak akan pernah terjadi. Sudah cukup bodoh mencintai orang yang salah, kini tak ada lagi alasanku untuk berkutat dengannya.

Aku hanya pernah mencintainya sekali dimasa lalu. Itu jauh sebelum bertemu denganmu. Ketika itu aku tak tahu jika Tuhan sedang merancang cerita cintaku bersamamu.

Jangan salahkan rasaku dimasa lalu, karena itu adalah pembelajaran bagiku. Aku hanya pernah mencintainya, bukan berarti aku masih. Aku hanya sebatas pernah, kini tak lagi.

Aku menerima masa laluku, belajar banyak darinya meski penuh luka.
Jika kisah itu salah, lalu mengapa kau tak datang menolongku?? Mengapa kau membiarkanku terluka kala itu???.

Seperti aku yang tak keberatan dengan masa lalumu, karena bagiku yang terpenting adalah KAU bersamaku sekarang. Cinta yang patut kujalani dengan bahagia hingga Tuhan menetapkan ketentuan lainnya untuk kita berdua.

Meski merambat pelan, tapi hidup yang kujalani melewati alur maju. Terus jauh meninggalkan masa lalu, tak mungkin berbalik.
Mestinya kau tahu bahwa kaulah pemenang dalam kisah ini.

Kekasihku yang meradang karena masa lalu.
Seiring bergulirnya waktu, kamu adalah masa sekarang yang kubekalkan dalam dia' semoga Tuhan menuliskan skenario terbaik bahwa kamu adalah takdirku dimasa depan..
Aamiin.


Kekasihku, F.A.
Jika aku kafilah, maka kau adalah tujuanku.
Peta yang kupunya semua menuju padamu.

I LOVE YOU

Kita dan 365 Hari

Pada 08 April 2015 lalu, kamu adalah seorang yang gigih mencerahkan rabunnya ingatanku tentangmu. Tentangmu yang pernah mengirim salam dikala aku masih bersama orang lain. Kau yang selalu bercerita tentang bagaimana rupaku kala itu, bahkan bentuk alisku pun masih kau ingat dengan pasti. Kau mengingat setiap detil diriki.
Lalu aku???
Aku tak mengenal siapa kamu.

Pada 08 April 2015 lalu, aku mengucap 'Basmalah' untuk meyakinkan diri. Kuiringkan nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, sekiranya cintamu adalah ketulusan maka biarlah Tuhan yang menghadirkan cintaku untukmu. Dengan menyebut namaNya yang agung, kuharapkan restuNya pada cinta kita.
Nama Tuhan yang begitu agung harus kulibatkan dalam kasih yang kita jalin, karena aku tak ingin terluka lagi. Meski kau yang memulai tapi kuinginkan Tuhan menumbuhkan cintaku sama besarnya dengan cintamu padaku. Biar Dia yang menyeimbang-selaraskan rasa kita. Tugas kita adalah terus mengayuh, menjaga keseimbangan tersebut agar tetap pada jalurnya.
365 hari telah berlalu, aku dan kamu yang menjadi kita. Hingga saat ini kita masih saling menjaga keseimbangan rasa, jalan yang kita tempuh masih panjang dan cukup terjal. Kita harus saling menguatkan untuk membuktikan bahwa Tuhan tidak salah telah merestui cinta kita. Berapa lama dan kapan, aku tak mempedulikannya. Kau mengatakan bahwa aku pantas menanyakannya karena kau sadari aku adalah wanita. Aku tak layak menunggumu yang masih merintis hidup dari nol.
Biar kukatakan padamu, dalam cinta aku tak membatasi diri sebagai wanita. Kulapangkan diriku sebagai seorang yang bebas dan merdeka. Jika hidupmu dimulai dari angka nol, maka biarkan aku disisimu sebagai angka satu.

365 hari berlalu. Kau mempertegas bahwa kau hanya sendiri. Kenyataan yang sudah kuketahui sejak awal. Entah apa maksudmu mempertegas kesendirianmu sebagai yatim piatu, apakah untuk menakutiku atau mengusirku??
Kau mengatakan bahwa jika menikahiku maka kau benar-benar berdiri sendiri tanpa keluarga yang akan membantu sepeserpun, karena mereka menginginkan pendamping yang sesuku denganmu, gadis berdarah Bugis.

Seseorang tanpa Bapak-tanpa Ibu. Seseorang yang hidup berlimpah duka, memendam sejuta luka, terombang-ambing dalamnya air mata. Seseorang itu mencintaiku.
Maka aku mencintaimu dengan segalanya.
Sejak awal aku telah jauh memahami arti 'sendiri'mu, tak perlu lagi kau jelaskan.

365 hari berlalu. Aku tak ingat pasti kapan tepatnya, tapi percayalah bahwa benar aku mencintaimu, segenap yang ada didirimu. Tak perlu kau jelaskan bagaimana dirimu, karena aku akan terus belajar memahami. Dan untuk hari-hari yang akan datang, tetaplah begitu. Tetaplah seperti 365 hari yang lalu.

Untukmu seseorang yang telah menemaniku dalam kasih selama 365 hari berlalu, TERIMA KASIH.
I Love U..!!