Minggu, 03 Mei 2015

Memelukmu dalam Doa

Pagi ini aku terbangun dengan dada sesak. Nafasku memburu tak beraturan bak gemuruh badai. Ku seka kelopak mataku, disana ada bulir air mata. Bahkan dalam mimpi pun aku begitu merindu tanpa daya.
Hari ini adalah 4 Mei 2015, berarti telah seminggu aku tak mendengar kabarnya. Dalam doa lirih semoga Tuhan selalu melindunginya, memberinya kesehatan, melapangkan langkahnya dalam menggapai cita. Aamiin..!!
Perpisahan ini begitu menyakitkan, mungkin karena tak ada luka diantara kami. Berulang kali telah ku kenang saat masih bersamanya hanya untuk mereview apakah ada noktah hitam dari sikap atau ucapku yang melukai perasaannya. Jika ada aku sangat ingin meminta maaf padanya, mungkin dengan begitu hatiku tak akan gundah. Tapi semakin mencari noktah hitam itu justru aku semakin menderita, aku menderita karena tak menemukan noktah hitam itu, aku menderita karena aku semakin merindukannya.
Ya, benar. Ku akui dalam hati kecilku aku telah menderita karena perpisahan ini. Entah bagaimana bisa aku sampai begitu merindukannya. Secara logika, mestinya aku tak perlu terluka karena kebersamaan kami tak lebih dari 3 minggu. Mestinya aku tak perlu menderita karena ini hanya jalinan kasih sekejap. Mestinya mudah untuk melupakan karena biasanya aku mudah berlaku begitu. Mestinya begitu, tapi aku tak bisa.
Kini hanya doa yang bisa ku sematkan untuknya.
KepadaMu Tuhanku, Engkau yang merestui pertemuan, jalinan kasih, dan perpisahan antara aku dan dia. Aku tunduk atas kehendakMu.
Tuhanku, teteskan padanya bulir kebahagiaan yang melimpah. Bukan untukku, tapi untuk dirinya, saudara-saudaranya, dan segenap orang-orang yang dikasihinya. Lindungi ia dalam rengkuh kuasaMu agar terhindar dari maut kemana pun langkahnya berpijak. Tuhanku, padaMu kumohonkan restuilah citanya dengan segala kemudahan. Aamiin..!!

Tidak ada komentar: