Selasa, 26 Mei 2015

Aku Tak Ingin Merobek Impianmu

Aku mencintaimu.
Hanya rasa itu yang mampu membujuk menguatkanku untuk melepasmu.
Aku mencoba mengerti ketika kau berbisik lirih ditelingaku bahwa waktu masih belum berpihak pada cinta kita. Ucapmu bahwa langkahmu bukanlah untuk jauh meninggalkanku tapi unttuk memantapkan cintamu padaku. Lebih dari itu kau memiliki impian untuk membahagiakan mereka, orang-orang terkasihmu yang selama ini telah menopangmu meski tertatih-taih dalam keterbatasan.
Seketika egoku menjalar cepat, memutuskan saraf pemaklumanku. Aku merasa tak bisa menerima keputusanmu karena kasih ini baru saja kita rajut. Kita baru saja memilikinya.
Lalu mengapa kau memilih ingin meninggalkanku?? Apakah memang sebelumnya kau telah berniat untuk memberiku kehancuran yang bahkan tak lagi berkeping?? Apakah kau hanya ingin mencobaku?? Aku sungguh sangat ingin mengutuk dan menyerapahimu kala itu.
Dengan tenangmu kau menarikku dalam dekap pelukmu. Beberapa saat hanya desah nafas panjang dan degup jantung yang kau utarakan. Kau masih diam, tapi kurasakan pelukanmu semakin erat seperti tak ingin melepaskan. Kau benar-benar memelukku.
Setelah menenangkan kacauku, kau mengecup keningku. Memandangiku sesaat lalu kembali mengecupku. Dalam pelukanmu perlahan kau mulai terbata-bata mengucap rentetan kalimat. Ceritamu tak panjang berjuntai, hanya terdiri dari beberapa kalimat tapi telah membungkam beku kekecewaanku. Aku menerawang mendalami setiap kalimat yang kau tuturkan.
Kali ini biarkan aku yang memelukmu.
Aku telah mengerti bahwa waktu memang masih belum memihak pada cinta kita. Mungkin wakyu masih ingin menguji kita sekali lagi.
Aku mengutuk diriku sendiri, cintaku tidaklah pantas untukmu jika harus membelenggu impianmu, memaksamu bertahan katung dengan sejuta beban psikologis.
Aku telah memahami semuanya.
Pergilah ke rantau dimana pun langkahmu ingin berpijak. Semoga cita-citamu segera terwujud.
Impianmu adalah kasih yanv tak mungkin kau ingkari. Dan aku adalah durjana jika harus merobeknya.
Ketahuilah bahwa aku mencintaimu seluruhnya, pada segala sisi dirimu yang bahkan kau rahasiakan.
Terima kasih telah mencintaiku.

FA

Tidak ada komentar: