Itu deru yang dulu ku dengar kala pagi menyapa
Deru itu masih ku dengar hingga pagi ini
Deru itu adalah deru perjuangan hidup
Itu adalah deru semangat Ayah
Itu peluh yang dulu ku lihat kala terik menyingsing
Peluh itu masih ku lihat hingga siang ini
Peluh itu adalah peluh perjuangan hidup
Itu adalah peluh tanggung jawab Ayah
Itu aroma yang dulu ku hirup kala senja menyongsong
Aroma itu masih ku hirup hingga senja ini
Aroma itu adalah aroma perjuangan hidup
Itu adalah aroma cinta kasih Ayah
Itu manis yang dulu ku teguk kala fajar menghilang
Manis itu masih ku teguk hingga malam ini
Manis itu adalah manis perjuangan hidup
Itu adalah manis kesabaran Ayah
Itu halus yang dulu ku sentuh setiap hari
Halus itu masih ke sentuh hingga hari ini
Halus itu adalah halus perjuangan hidup
Itu adalah halus keramahan Ayah
Ayah...
Begitu berat beban dipundakmu
Tak seraut pun kau nampakkan kesah
Tak ada balasan yang pantas untuk pengorbananmu
Ayah...
Cinta yang kau beri tak pernah usang
Terpatri indah menabur kerinduan kalbu
Rinduku padamu Ayah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar